Dear Mom, Begini Pertolongan Pertama Pada Anak yang Demam dan Kejang Menurut SehatQ

  • Whatsapp
Dear-Mom-Begini-Pertolongan-Pertama-Pada-Anak-yang-Demam-dan-Kejang-Menurut-SehatQ
Foto dari Canva Pro

Tidak ada orangtua yang menginginkan anaknya sakit. Meskipun orangtua sudah menerapkan pola hidup sehat dengan aturan yang ketat, anak bisa saja terserang penyakit. Anda tidak pernah tahu kapan buah hati Anda sakit. Karena itulah, Anda sebagai orangtua perlu membekali diri dengan pengetahuan pertolongan pertama ketika anak sakit. Untungnya, akses belajar hal-hal semacam ini semakin mudah dengan hadirnya laman kesehatan digital seperti SehatQ.com.

Pertolongan Pertama Pada Anak yang Demam dan Kejang

Untuk Anda yang memiliki buah hati dan ingin mengetahui lebih lanjut penanganan pertama pada anak yang sakit, berikut ini ada informasinya lebih lanjut untuk Anda.

Read More

1. Pertolongan pertama pada anak yang demam

Seseorang dikatakan demam jika suhu tubuhnya menunjukkan angka di atas 38 derajat celcius. Untuk mengetahuinya, Anda tidak bisa sekedar menempelkan telapak tangan Anda pada bagian tubuh si kecil. Anda perlu menggunakan termometer untuk mengetahui suhu pastinya.

Sebenarnya, demam bukanlah suatu penyakit. Demam merupakan mekanisme pertahanan tubuh ketika ada benda asing seperti virus atau bakteri yang masuk ke dalam tubuh. Demam bisa sembuh dengan sendirinya setelah 3 hari. Demam juga bisa disebabkan oleh si anak yang mengalami kelelahan akibat aktivitas fisiknya.

Jika buah hati Anda mengalami demam, berikut ini pertolongan yang bisa Anda lakukan :

  • Lakukan pengukuran suhu dengan termometer untuk mendapatkan angka yang pasti. Lakukan hal ini secara berkala untuk mengetahui perkembangannya.
  • Anda boleh memberikan obat penurun panas. Dengan catatan, obat yang diberikan hanya satu macam dan sesuai dengan dosisnya.
  • Kompres si kecil menggunakan air hangat. Kompres ditempatkan di lipatan ketiak atau lipatan paha.
  • Pastikan si kecil tidak dehidrasi dengan memberikannya minum yang cukup.
  • Berikan si anak pakaian yang nyaman, terutama pakaian yang menyerap keringat.
  • Biarkan si kecil beristirahat yang cukup.
  • Jika demam si kecil tidak kunjung turun, segera kunjungi dokter untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut.

2. Pertolongan pertama pada anak yang kejang

Ketika anak demam mengalami demam yang tinggi, yang paling ditakutkan oleh orangtua adalah anak mengalami kejang. orangtua perlu waspada terhadap hal ini dan juga harus tahu cara menangani anak yang kejang.

Jika buah hati Anda mengalami kejang, jangan panik. Dikutip dari laman SehatQ.com, berikut ini beberapa hal yang bisa Anda lakukan :

  • Baringkan si kecil di ranjang dan letakkan bantal tipis, selimut, atau handuk di bawah kepala anak.
  • Pastikan tidak ada benda-benda tajam dan keras di sekitar anak.
  • Jangan berusaha untuk menahan gerakan pada anak yang kejang.
  • Anda tidak perlu memasukkan benda apapun ke dalam mulut si kecil. Anak yang kejang bisa menelan lidahnya sendiri itu hanya mitos.
  • Longgarkan pakaian si kecil untuk membuatnya lebih mudah bernapas.
  • Hitung waktu kejang yang dialami si kecil. Jika lebih dari 5 menit, segera larikan ke rumah sakit untuk mendapatkan tindakan medis.

Itulah pertolongan pertama yang bisa dilakukan orangtua pada anak yang sakit. Demam yang tinggi hingga 40 derajat pada anak meningkatkan risiko terjadinya kejang. Orangtua perlu waspada namun tetap tenang dan tidak panik. Jauh lebih baik jika Anda segera mencari solusi atas kejadian ini.

Salah satu caranya dengan membekali diri dengan informasi kesehatan. Anda bisa belajar pertolongan pertama pada anak yang sakit melalui situs-situs terpercaya yang ada di internet, seperti laman SehatQ.com. Laman kesehatan ini memiliki artikel kesehatan yang bisa Anda akses secara gratis. Selain itu, ada juga fitur forum yang bisa Anda gunakan untuk bertanya kepada para ahli terkait masalah kesehatan.

Dengan membekali diri dengan informasi yang tepat, Anda bisa memberikan penanganan yang tepat pula pada saat si kecil mengalami sakit.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *